Sabtu, 12 April 2014

Metode Micro-Teaching

Metode micro-teaching

Untuk pertama kalinya saya melakukan pengajaran micro-teaching di salah satu lembaga bimbel, awalnya bingung karena memang sebelumnya saya tidak tahu cara pengajarannya seperti apa maklum masih semester 4. :) Tapi setelah di coba alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan untuk seorang pemula katanya. Dan ini menjadi pengalaman yang baik untuk saya.

Dan untuk teman-teman yang akan menjadi calon guru, harus bisa melakukan pengajaran ini, siapa tau kalian juga akan mengikuti tes-tes untuk menjadi pengajar di salah satu lembaga yang mengharuskan tes micro-teaching ini. :) Mari belajar bersama!!!

Pengertian micro-teaching
Pengertian Micro Teaching secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai pengajaran Kecil, akan tetapi secara khusus Micro Teaching merupakan bentuk kegiatan pendidikan dan pengajaran dalam usaha menyiapkan mahasiswa atau calon guru melalui kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan secara terprogram dan berkesinambungan guna terciptanya calon guru professional. Kegiatan Micro Teaching ini dilakukan sebagai bagian dari mata kuliah kekhususan bagi jurusan kependidikan agar setelah mereka menyelesaikan studi telah dapat memiliki kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga profesional guru. Micro Teaching adalah salah satu bentuk kegiatan pendidikan dan pengajaran yang diarahkan untuk membentuk kemampuan keguruan baik bersifat umum dalam bentuk prinsip dan pendekatan yang berlaku untuk keperluan pengajaran, maupun bersifat khusus yaitu teknik serta prosedur yang erat kaitannya dengan hakekat inti bahan ajar tertentu.

Pengajaran mikro (micro-teaching) merupakan salah satu bentuk model praktek kependidikan atau pelatihan mengajar. Dalam konteks yang sebenarnya, mengajar mengandung banyak tindakan, baik mencakup teknis penyampaian materi, penggunaan metode, penggunaan media, membimbing belajar, memberi motivasi, mengelola kelas, memberikan penilaian dan seterusnya. Dengan kata lain, bahwa perbuatan mengajar itu sangatlah kompleks. Oleh karena itu, dalam rangka penguasaan keterampilan dasar mengajar, calon guru atau dosen perlu berlatih secara parsial, artinya tiap-tiap komponen keterampilan dasar mengajar itu perlu dikuasai secara terpisah-pisah (isolated).

Berlatih untuk menguasai keterampilan dasar mengajar seperti itulah yang dinamakan micro-teaching (pengajaran mikro). Pengajaran mikro (micro-teaching) merupakan suatu situasi pengajaran yang dilaksanakan dalam waktu dan jumlah siswa yang terbatas, yaitu selama 5-20 menit dengan jumlah siswa sebanyak 3-10 orang. Hal tersebut diungkap oleh Cooper dan Allen, 1971.
Bentuk pengajaran yang sederhana, dimana calon guru atau dosen berada dalam suatu lingkungan kelas yang terbatas dan terkontrol. Hanya mengajarkan satu konsep dengan menggunakan satu atau dua keterampilan dasar mengajar. Konsep pengajaran mikro (micro-teaching) dilandasi oleh pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
  1. Pengajaran yang nyata (dilaksanakan dalam bentuk yang sebenarnya) tetapi berkonsep mini.
  2. Latihan terpusat pada keterampilan dasar mengajar, mempergunakan informasi dan pengetahuan tentang tingkat belajar siswa sebagai umpan balik terhadap kemampuan calon guru/dosen.
  3. Pengajaran dilaksanakan bagi para siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda dan berdasarkan pada kemampuan intelektual kelompok usia tertentu.
  4. Pengontrolan secara ketat terhadap lingkungan latihan yang diselenggarakan dalam laboratorium micro – teaching.
  5. Pengadaan low-threat-situation untuk memudahkan calon guru/dosen mempelajari keterampilan mengajar.
  6. Penyediaan low-risk-situation yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam pengajaran.
  7. Penyediaan kesempatan latihan ulang dan pengaturan distribusi latihan dalam jangka waktu tertentu.
Tujuan micro-teaching
Tujuan  umum  pengajaran mikro (micro teaching) adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa (calon guru atau dosen untuk berlatih mempraktikan beberapa keterampilan dasar mengajar di depan teman-temannya dalam suasana yang Constructive, supportive, dan  bersahabat. Sehingga mendukung kesiapan mental, keterampilan dan kemampuan performance yang  ter-integrasi untuk beka praktik mengajar Sesungguhnya di sekolah/institusi pendidikan.

Adapun tujuan  khusus  pengajaran mikro 
(micro-teaching) antara  lain sebagai berikut:
  1. Mahasiswa terampil untuk membuat persiapan mengajar.
  2. Membentuk sikap profesional sebagai calon guru/dosen.
  3. Berlatih menjadi guru yang bertanggung jawab dan berpegang kepada Etika keguruan.
  4. Dapat menjelaskan pengertian micro teaching.
  5. Dapat  berbicara  di depan kelas  secara  runtut  dan runut  sehingga mudah dipahami oleh audience atau peserta didik.
  6. Terampil membuka dan menutup pelajaran.
  7. Dapat bertanya secara benar.
  8. Dapat memotivasi belajar siswa/peserta didik.
  9. Dapat membuat variasi dalam mengajar.
  10. Dapat  menggunakan alat-alat/media  pembelajaran dengan benar dan tepat.
  11. Dapat mengamati keterampilan keguruan secara obyektif, sistematis, kritis dan praktis.
  12. Dapat memerankan sebagai guru/dosen, supervisor, peserta didik, maupun sebagai observer dengan baik.
  13. Dapat  menerapkan teori belajar  dan pembelajaran dalam  suasana didaktis,  pedagogis,  metodik  dan andragogis  secara  tepat  dan menarik.
  14. Berlatih membangun rasa percaya diri.
Catatan:
Didaktis/didaktik, pedagogis, metodik dan andragogis semuanya ini bersifat mendidik, dan merupakan metode yanng digunakan dalam pembelajaran.
  • Didaktik berasal dari bahasa Yunani didasko yang asal katanya adalah didaskein atau pengajaran yang berari perbuatan atau aktivitas yang menyebabkan timbulnya kegiatan dan kecakapan baru pada orang lain. Didaktus berarti pandai mengajar, sedang didaktika berarti saya mengajar.
  • Pedagogis adalah ilmu atau seni mengajar anak-anak, proses pembelajaran terpusat pada guru atau pengajar. 
  • Metodik yang berasal dari bahasa Yunani yaitu  metodos yang berarti mengajar, menyeldidiki, cara melakukan sesuatu, prosedur.
  • Andragogis adalah ilmu atau seni mengajar orang dewasa, proses pembelajaran terpusat pada peserta didik.


Sumber:

Tidak ada komentar: